Kebakaran Lahan Gambut di Rohil Terkendali, Tim Gabungan Lanjutkan Pendinginan untuk Cegah Api Kembali


Senin, 13-7-2026


Kebakaran Lahan Gambut di Rohil Terkendali, Tim Gabungan Lanjutkan Pendinginan untuk Cegah Api Kembali

ROKANHILIR--Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Pulau Serdang, Desa Bukit Selamat, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, terus dilakukan hingga hari kedua, Sabtu (11/7/2026).


Tim gabungan yang berada di lokasi berhasil memastikan tidak ada lagi titik api aktif. Namun, asap masih terlihat dari beberapa bagian lahan gambut yang sebelumnya terbakar sehingga proses pemadaman dan pendinginan tetap dilanjutkan.


Berdasarkan laporan Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai, luas area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 7 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 2 hektare telah berhasil ditangani melalui operasi pemadaman darat yang berlangsung sejak pukul 08.15 WIB hingga 16.30 WIB.


Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menjelaskan bahwa meskipun api di permukaan sudah tidak ditemukan, tim masih harus melakukan pendinginan karena lahan gambut dapat menyimpan bara di bawah tanah yang berpotensi memunculkan kebakaran baru.


"Hari kedua operasi menunjukkan api sudah tidak ada. Namun asap masih muncul di sejumlah titik sehingga personel tetap melakukan pemadaman, pendinginan, dan penyekatan agar bara di bawah permukaan benar-benar padam serta kebakaran tidak kembali meluas," ujar Ferdian.


Penanganan karhutla tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari satu regu Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai, personel TNI dan Polri, Satpol PP Kecamatan, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga warga sekitar.


Ferdian menyebut kerja sama antarinstansi menjadi faktor penting dalam mempercepat pengendalian kebakaran, terutama karena lokasi berada di kawasan gambut yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dalam proses pemadaman.


Kondisi lahan yang terdiri dari gambut dengan tutupan vegetasi berupa ilalang, semak belukar, serta tanaman kelapa sawit menjadi tantangan bagi petugas. Banyaknya material mudah terbakar membuat tim harus melakukan penyekatan agar api tidak menjalar ke wilayah lain.


Dalam operasi tersebut, petugas menggunakan sejumlah perlengkapan pendukung, seperti drone Mavic 3 Pro untuk pemantauan udara, dua unit minisitiri lengkap, satu unit kendaraan Hilux, serta dua kendaraan roda dua untuk membantu pergerakan personel di medan sulit.


Sumber air untuk proses pemadaman berasal dari dua parit yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Masing-masing parit memiliki lebar sekitar dua meter dengan kedalaman kurang lebih satu meter. Kondisi cuaca saat operasi berlangsung dilaporkan cerah berawan dengan kecepatan angin sekitar 11 kilometer per jam.


Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pemantauan dan pendinginan di lokasi kejadian. Pemeriksaan terus dilakukan untuk memastikan seluruh area aman serta mengantisipasi munculnya kembali titik api.


"Kami akan terus melakukan monitoring sampai lokasi benar-benar dinyatakan aman. Fokus utama adalah mencegah kebakaran meluas dan memastikan tidak ada bara yang kembali menjadi sumber api baru," kata Ferdian.[rr/mcr]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT