Korban Gigitan Monyet di Tembilahan Bertambah Jadi 15 Orang


Rabu, 5-8-2026


Korban Gigitan Monyet di Tembilahan Bertambah Jadi 15 Orang
Ilustrasi.

TEMBILAHAN--Jumlah korban gigitan monyet liar di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), terus bertambah. Hingga Selasa (4/8/2026), tercatat sebanyak 15 orang menjadi korban, termasuk anak-anak.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Inhil, Junaidy, mengatakan upaya pencarian monyet liar masih terus dilakukan. Selain melibatkan personel DPKP, sejumlah warga juga turut membantu karena prihatin dengan terus bertambahnya korban.

Pada Senin (3/8/2026), tercatat empat warga kembali menjadi korban serangan monyet liar di lokasi yang berbeda. "Di antara korban serangan monyet terdapat anak-anak," kata Junaidy.

Salah satu korban merupakan seorang anak laki-laki yang mengalami luka gigitan di bagian leher. Korban langsung dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan penanganan medis.

Pada hari yang sama, dua pria dewasa dan seorang anak perempuan juga dilaporkan diserang monyet liar di kawasan Lorong Kubur, Parit 13, Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan. Para korban mengalami luka gigitan di bagian kepala, tangan, paha, dan punggung.

"Seluruh korban saat ini telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Puri Husada Tembilahan," ujar Junaidy.

Sebelumnya, Bupati Indragiri Hilir Herman bersama Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto mengunjungi warga yang menjadi korban serangan monyet liar di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Lorong Kubur, Kecamatan Tembilahan Hilir. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi korban serta penanganan medis berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan itu, Herman menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang sebelumnya mengakibatkan 11 warga terluka. Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Inhil telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk memastikan status satwa tersebut.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak BKSDA. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi apakah monyet tersebut merupakan satwa yang dilindungi atau bukan," ujarnya.

Herman juga memastikan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung oleh pemerintah daerah.

"Seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung sehingga masyarakat tidak dipungut biaya," tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto mengatakan personel kepolisian bersama tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap monyet liar tersebut. Penyisiran difokuskan di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian satwa guna mencegah jatuhnya korban baru.[rr/mcr]
Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT