Portal Berita Online

PEKANBARU--Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (UNILAK) akan menggelar Seminar Nasional Seri Dialog Lingkungan Riau #1 bertema "Membaca Ulang Permasalahan Lingkungan di Provinsi Riau: Mengidentifikasi Akar Permasalahan dan Agenda Perbaikan Tata Kelola." Kegiatan ini akan diselenggarakan secara hybrid, yakni luring di Hotel Premier Pekanbaru dan daring melalui zoom.
Seminar ini menjadi ruang dialog multipihak yang mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, masyarakat sipil, pelaku usaha, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai persoalan lingkungan di Provinsi Riau.
Beragam isu strategis akan dibahas, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, degradasi gambut, deforestasi, pencemaran lingkungan, perubahan iklim, hingga konflik sumber daya alam. Pembahasan tidak hanya berfokus pada dampak yang ditimbulkan, tetapi juga mengidentifikasi akar persoalan serta merumuskan alternatif solusi melalui penguatan tata kelola lingkungan.
Ketua Panitia Seminar, Dr Husni Mubarak, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah awal dari rangkaian Seri Dialog Lingkungan Riau yang diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti dan pengalaman para pemangku kepentingan.
"Permasalahan lingkungan di Riau tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan ruang dialog yang mempertemukan berbagai perspektif sehingga dapat dibangun pemahaman bersama mengenai akar persoalan sekaligus merumuskan agenda perbaikan tata kelola lingkungan yang lebih partisipatif, adaptif, dan berkelanjutan," ujarnya.
Seminar akan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau yang akan memaparkan arah kebijakan dan tantangan pengelolaan lingkungan di daerah, Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) yang menyampaikan perspektif masyarakat sipil berdasarkan pengalaman di lapangan, Dr M Rawa El Amady MA dari Universitas Lancang Kuning yang mengulas kerentanan ekologis Provinsi Riau dari perspektif ilmu lingkungan, serta SKK Migas yang membahas tata kelola industri migas dalam mendukung pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Selain sesi panel, seminar juga akan menghadirkan diskusi kelompok yang melibatkan seluruh peserta. Melalui forum ini, peserta akan mengidentifikasi praktik-praktik yang telah berjalan, hambatan yang dihadapi, serta menyusun rekomendasi untuk mempercepat penyelesaian persoalan lingkungan dan konflik sumber daya alam di Provinsi Riau.
Koordinator Acara, Istiqomah Marfuah, menegaskan bahwa pendekatan partisipatif menjadi salah satu kekuatan utama kegiatan ini.
"Kami ingin seminar ini tidak berhenti pada penyampaian materi. Melalui diskusi kelompok, setiap peserta diharapkan dapat berkontribusi dalam menyusun rekomendasi yang nantinya menjadi dasar penyusunan policy brief dan agenda dialog lingkungan berikutnya," katanya.
Hasil seminar akan dirumuskan menjadi peta isu strategis lingkungan Provinsi Riau, identifikasi akar permasalahan, sintesis perspektif multipihak mengenai tata kelola dan penyelesaian konflik sumber daya alam, serta rekomendasi awal yang akan menjadi dasar penyusunan policy brief, forum dialog tematik, dan rekomendasi kebijakan pada rangkaian Seri Dialog Lingkungan Riau selanjutnya.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Ilmu Lingkungan UNILAK berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia akademik, masyarakat sipil, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang lebih adil, partisipatif, dan berkelanjutan di Provinsi Riau.[Alul]