Wako Pekanbaru Apresiasi Seminar DMDI, Dorong Sinergi Bentuk Karakter Generasi Islami


Jumat, 31-7-2026


Wako Pekanbaru Apresiasi Seminar DMDI, Dorong Sinergi Bentuk Karakter Generasi Islami

PEKANBARU--Wali Kota Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM, mengapresiasi Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kota Pekanbaru yang menggelar seminar bertajuk "Bina Karakter Generasi Islami" dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026.


Apresiasi tersebut disampaikan Agung saat membuka seminar bertema "Penguatan Karakter Anak Berbasis Nilai Melayu Islam melalui Sinergi Keluarga, Sekolah, dan Ruang Aman Menuju Generasi Emas Indonesia" yang digelar di Aula Menara BRK Syariah, Kamis (30/7/2026).


Dalam sambutannya, Agung menegaskan bahwa pembentukan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi memerlukan sinergi tiga pilar utama, yakni keluarga, sekolah, dan lingkungan yang aman.


Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter anak. Rumah adalah sekolah pertama, sedangkan orang tua merupakan guru pertama bagi setiap anak.


"Rumah adalah sekolah pertama, dan orang tua adalah guru pertama bagi setiap anak. Karena itu, saya mengajak seluruh orang tua untuk lebih banyak meluangkan waktu bersama anak, menjadi teladan dalam tutur kata dan perilaku, serta membangun komunikasi yang hangat di tengah keluarga," ujarnya.


Selain keluarga, Agung menekankan pentingnya peran sekolah sebagai tempat membangun karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan peserta didik, bukan sekadar memberikan pengetahuan akademik. Ia juga mengajak para guru untuk terus menjadi teladan yang mampu menginspirasi para siswa.


Kepada para pelajar, Agung berpesan agar terus belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati orang tua dan guru, rajin beribadah, serta menjauhi berbagai perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri.


"Kepada anak-anak, saya berpesan teruslah belajar dengan sungguh-sungguh, hormati orang tua dan guru, rajin beribadah, jauhi perbuatan yang merugikan diri sendiri, serta jadilah generasi yang membanggakan agama, daerah, dan bangsa," katanya.


Menurut Agung, lingkungan yang aman dan positif juga menjadi faktor penting dalam membentuk karakter generasi muda. Anak-anak harus mendapatkan ruang yang bebas dari kekerasan, perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, pengaruh negatif media sosial, maupun berbagai bentuk eksploitasi.


"Apabila ketiga unsur ini bersinergi, Insya Allah akan lahir generasi yang unggul, berdaya saing, dan tetap berpegang teguh pada nilai agama dan budaya," pungkasnya.


Sementara itu, Ketua DMDI Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan organisasinya berkomitmen untuk terus melestarikan budaya Melayu yang berpadu dengan nilai-nilai Islam.


Markarius yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Pekanbaru menjelaskan, budaya Melayu mengajarkan adab, sopan santun, penghormatan kepada orang tua, kasih sayang, musyawarah, dan budi pekerti. Nilai-nilai tersebut semakin sempurna dengan ajaran Islam yang menanamkan keimanan, kejujuran, amanah, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama.


"Budaya Melayu tidak hanya mengajarkan adab, tetapi juga sopan santun, hormat kepada orang tua, kasih sayang, musyawarah, dan budi pekerti. Sementara Islam menyempurnakannya dengan nilai keimanan, kejujuran, amanah, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama," tegasnya.


Melalui seminar ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, serta siap menyongsong Indonesia Emas.[rr/prokopim]

Penulis Riau Raya
Editor Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

  • TAG TERKAIT